You are currently viewing Tumpeng Pungkur : Pengertian, Isi dan Makna

Tumpeng Pungkur : Pengertian, Isi dan Makna

Kamu pernah mendengar tentang tumpeng pungkur? Iya, dlm tradisi masyarakat Jawa tumpeng ini mempunyai pengertian hingga filosofi yang teramat kental. Bicara tentang tumpeng yang ada dalam pikiran kamu adalah nasi kucing yang dibentuk runting dengan berbagai makanan. 

Hal ini memang benar, memang tumpeng yang disebut sebagai tumpeng ungkur-ungkuran ini seperti tumpeng biasanya. Namun ada makna dibaliknya yang menjelang tentang tradisi suatu daerah tersebut. Inilh penjelasan lebih lengkapnya! 

Baca Juga : Menu Nasi Kotak Untuk Khitanan Paling Lengkap

Pengertian Tumpeng Pungkur 

Tumpeng adalah singkatan dari kalimat Bahasa Jawa yakni ‘yen metu kudu mempeng’ yang mempunyai arti ‘ketika keluar harus sungguh-sungguh semangat’. Tidak heran jika nasi tumpeng dari dulu sampai sekarang sering dijadikan hidangan pada suatu perayaan yang mempunyai makna ucapan syukur maupun kebahagiaan.

Perlu kamu tahu, makna tumpeng adalah baik, yaitu saat terlahir manusia seharusnya menjalani kehidupan di jalan Tuhan dengan penuh semangat, fokus, yakin, dan tidak mudah berputus asa. Secara umum, proses pemotongan ujung kerucut nasi tumpeng diawali mengucapkan rasa syukur yang begitu besar.

Nasi tumpeng dipotong kemudian diserahkan kepada orang yang dihormati sebagai bentuk penghormatan, kemudian nasi tumpeng disantap secara bersama-sama. Upacara memotong tumpeng sebagai rasa syukur kepada Tuhan sekaligus ungkapan alias ajaran hidup berkaitan tentang kebersamaan dan kerukunan.

Tumpeng biasanya digunakan dalam acara syukuran, beda dengan tumpeng ungkur-ungkuran ini, yang digunakan untuk acara mendoakan si mayit yang telah meninggal dunia. Tumpeng ini dihadirkan pada waktu kematian seorang wanita atau pria yang masih lajang. 

Baca juga :  Paket Nasi Tumpeng Premium Komplit, Lezat dan Murah

Biasanya terbuang dari nasi putih yang disajikan menggunakan lauk-pauk sayuran. Tumpeng ini selanjutnya dipotong secara vertikal dan diletakkan dengan saling membelakangi untuk melambangkan perbedaan antara kehidupan dan kematian. 

Isi Tumpeng Pungkur

Tumpeng ini biasanya hanya berisikan lauk pauk sayuran, ketan kolak hingga apem. tumpeng ini umumya hanya didiamkan saja di rumah selama semalaman kemudian pagi harinya dihanyutkan di sungai.

Baca Juga : Cara Membuat Tumpeng Mini Tanpa Cetakan

Makna Tumpeng Pungkur 

Pada mulanya, nasi tumpeng dibuat sebagai bentuk memuliakan gunung yang dipercaya menjadi tempat bersemayam para arwah leluhur atau nenek moyang. Sebab tumpeng erat kaitannya dengan kondisi alam Indonesia yang dipenuhi dengan gunung berapi. 

Kehadiran nasi tumpeng sebagai perwujudan atas rasa terima kasih terhadap Tuhan Yang Maha Kuasa. Bentuknya kerucut yang merepresentasikan konsep ketuhanan dengan sesuatu yang sungguh besar dan tinggi, dan terletak di puncak.

Bentuk tumpeng yang menjulang tinggi ke atas menyimbolkan harapan supaya tingkat kehidupan manusia semakin ‘tinggi’ alias sejahtera. Nasi kerucut ditata di atas tampah menggunakan alas daun pisang, disertai dengan lauk-pauk berjumlah tujuh macam. Angka tujuh dalam bahasa Jawa artinya pitu atau diartikan sebagai pitulungan (pertolongan).

Sedangkan tentang tumpeng ini ada, karena tidak bisa lepas dari latar belakang masyarakat Jawa dahulu yang sangat dipengaruhi oleh kepercayaan Hindu. Tumpeng dengan nama pungkur ini, dilihat dari sisi namanya saja sudah menunjukkan tumpeng tertentu. Ungkur-ungkuran dalam arti kata artinya saling membelakangi.

Kontekstualnya tumpeng ini merupakan sebuah tumpeng yang dibuat dengan dibelah dari ujung hingga ke pangkal tumpeng, lalu diposisikan saling membelakangi. Tumpeng ini akan disajikan ketika peringatan kematian baik hari ke 3, 7, 40, sampai seribu hari si mayit.

Baca juga :  Menu Penting yang Harus Ada di Nasi Tumpeng

Tumpeng ungkur-ungkuran adalah simbol daripada penyempurnaan arwah. Sebagian masyarakat juga mengatakan tumpeng ini sengaja diposisikan saling membelakangi sebagai simbol perpisahan antara arwah dengan kerabatnya.

Disamping itu, ini juga sebagai simbol atas keikhlasan masyarakat Jawa terhadap kerabatnya yang telah meninggal dunia. Dibuat Membelakangi sebagai bukti, mereka tidak akan lagi bisa melihat hingga menangisi kepergian/perpisahan dengan kerabatnya tersebut.

Demikianlah informasi tentang tumpeng pungkur, salah satu tumpeng yang kental tradisi utamanya di masyarakat Jawa. Semoga membantu.

Home » Tumpeng Pungkur : Pengertian, Isi dan Makna

Butuh Catering untuk Acara Anda?

Pesan nasi tumpeng / nasi kotak untuk meriahkan acara Anda.

Order Cepat Disini!